Bola net Liga Italia - Kerena corona, Juventus lakukan pemotongan gaji pemain

Ditengah merabaknya virus covid 19 atau awamnya disebut dengan virus corona, berbagai klub - klub raksasa eropa melakukan pemotongan gaji untuk menstabilkan neraca keuangan. Salah satu diantaranya ialah klub raksasa asal itali yakni Juventus.

Bisa menekan pengeluaran hingga 90 juta euro, Juventus melakukan pemotongan pada setiap jajaran kepelatihan dan juga para pemainnya. Secara finansial dampak virus corona sangat berpengaruh pada perekonomian setiap negara, yang secara otomatis berdampak secara signifikan pula pada setiap perhelatan sepakbola khususnya pada serie a italia.

Untuk mengakali tersendatnya perputaran uang yang seharusnya mereka dapatkan pada setiap jalannya suatu pertandingan, si nyonya tua panggilan akrab juventus harus memutar otak agar kestabila keuangan mereka tidak terganggu dan salah satu siasatnya ialah memotong gaji jajaran pelatih beserta para pemain.

Kabar baiknya, melihat keuangan tim sedang goyah, para jajaran pelatih beserta pemain sepakat untuk melakukan pemotongan gaji demi klub yang dibelanya. Hal yang dilakukan oleh juve ini lantas menjadi opsi yang diterapkan oleh berbagai klub - klub raksasa lainya seperti barcelonda dan borussia dortmund.

Lewat situs resmi mereka, juventus mengkonfirmasi pemotongan gaji yang dilakukan ditengan bencana corona lewat situs resmi mereka. Dengan mengambil keputusan tersebut hasilnya juve dapat mengehemat pengeluaran mereka hingga 90 juta euro atau sekitar 16 trilliun rupiah.

"Juventus mengumumkan karena keadaan darurat kesehatan di dunia saat ini, kegiatan olahraga tak bisa dilangsungkan. Juventus sudah mencapai kesepakatan dengan para pemain dan pelatih di tim utama mengenai pengurangan kompensasi di sisa musim ini," bunyi pernyataan Juventus melalui website resminya.

"Kesepakatan ini mengurangi kompensasi dalam jumlah yang sama untuk pembayaran gaji di bulan Maret, April, Mei dan Juni. Dalam beberapa Minggu ke depan, perjanjian secara pribadi dengan para pemain dan pelatih akan diselesaikan dan menjadi syarat dari dilaksanakannya peraturan ini."

"Dampak positif secara ekonomi dari kesepakatan ini, Juventus menyelamatkan 90 juta euro dalam laporan keuangan 2019/2020," lanjut pernyataan tersebut.

Dampak dari virus corona memang sangat terasa bagi klub - klub di benua eropa, juventus berharap gaji para pemain dan jajaran kepelatihan bisa kembali normal dengan berjalannya pertandingan.

Pemotongan gaji selama 4 bulan ini diharapkan dapat menghemat pengeluaran yang terjadi di badan si nyonya tua, mengingat virus corona memang berdampak sekali pada perputaran keuangan klub, rondaldo dkk mengkonfirmasi bahwa keputusan tersebut telah disepakati oleh para pemain dan jajaran kepelatihan.

Lewat website resminya pula juventus mengucapkan terima kasih pada setiap pihak yang mendukung keputusan ini.

"Efek ekonomi dan finansial dari pemangkasan tersebut mencapai sekitar 90 juta euro untuk tahun keuangan 2019/2020. Bila pertandingan musim ini dijadwal ulang, klub akan melakukan negosiasi dengan para pemain dan pelatih demi peningkatan kompensasi sesuai dengan dimulainya kembali kompetisi resmi."

"Juventus ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemain dan pelatih atas komitmen mereka di waktu yang sulit bagi semua orang," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Mengingat liga - liga top eropa mengalami pemberhentian akibat dampak ekonomi dan juga lainnya yang diakibatkan oleh virus covid 19 maka federasi - federasi sepakbola di benua eropa memberhentikan sementara jalannya suatu perhelatan sepakbola masing - masing liga.

Adapun liga - liga yang diberhentikan sementara akibat virus corona yakni: premier league inggris, serie a italia, liga spanyol, eredivese, dan juga liga - liga top eropa lainya berhenti sementara akibat wabah virus corona.

Terancam molor hingga pertengahan tahun ini dia nasib Serie A Liga Italia

Terancam molor hingga pertengahan tahun ini dia nasib Serie A Liga Italia

Perhelatan sepakbola serie a italia musim 2019/2020 kabarnya tidak akan bisa diselesaikan anda wabah corona belum kunjung usai. 

Selengkapnya